Kamis, 28 Februari 2013

filosofi jawa yang menggambarkan kehidupan orang jawa jaman dulu

Sering terdengar perkataan yang terlontar dari orang-orang Jawa tua untuk anak2 muda sekarang WONG JOWO NANGING RA JAWANI  yang artinya Orang Jawa tetapi tidak mengerti dan memahami makna dan tatanan JAWA DWIPA. 

Di bawah ini sedikit dari Filosofi Jawa yang mungkin bisa mengingatkan dan membuka hati kita semua tentang keindahan FILOSOFI JAWA KUNO yang masih cocok untuk diterapkan di sepanjang jaman.
  1. Ngluruk Tanpa Bala, Menang Tanpa Ngasorake, Sekti Tanpa Aji-Aji, Sugih Tanpa Bandha : Berjuang tanpa perlu membawa massa; Menang tanpa merendahkan atau mempermalukan; Berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan, kekuatan; kekayaan atau keturunan; Kaya tanpa didasari kebendaan
  2. Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan : Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri; Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu
  3. Sepi ing Pamrih Rame ing Gawe, Banter tan Mbancangi, Dhuwur tan Ngungkuli : Bekerja keras dan bersemangat tanpa pamrih; Cepat tanpa harus mendahului; Tinggi tanpa harus melebihi
  4. Aja Gumunan, Aja Getunan, Aja Kagetan, Aja Aleman : Jangan mudah terheran-heran; Jangan mudah menyesal; Jangan mudah terkejut-kejut; Jangan mudah kolokan atau manja
  5. Aja Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan lan Kemareman ;Janganlah terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan dan kepuasan duniawi.
  6. Aja Kuminter Mundak Keblinger, Aja Cidra Mundak Cilaka, Sing Was-was Tiwas : Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah; jangan suka berbuat curang agar tidak celaka; dan Barang siapa yang ragu-ragu akan binasa atau merugi.
  7. Aja Milik Barang Kang Melok, Aja Mangro Mundak Kendo : Jangan tergiur oleh hal-hal yang tampak mewah, cantik, indah; Jangan berfikir mendua agar tidak kendor niat dan kendor semangat.
  8. Aja Adigang, Adigung, Adiguna : Jangan sok kuasa, sok besar, sok sakti
  9. Sing Sabar lan Ngalah Dadi kekasih Allah : Yang sabar dan mengalah akan jadi kekasih Allah
  10. Sing Prihatin Bakal Memimpin : Siapa berani hidup prihatin akan menjadi satria, pejuang dan pemimpin
  11. Sing Resik Uripe Bakal Mulya : Siapa yang bersih hidupnya akan hidup mulya
  12. Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti : Keberanian, kekuatan dan kekuasaan dapat ditundukkan oleh salam sejahtera. Segala sifat keras hati, picik, angkara murka, hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati dan sabar.
  13. Memayu Hayuning Bawana, Ambrasta dur Hangkara : Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan; serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak
  14. Urip Iku Urup : Hidup itu Nyala, Hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain disekitar kita, semakin besar manfaat yang bisa kita berikan tentu akan lebih baik, tapi sekecil apapun manfaat yang dapat kita berikan, jangan sampai kita menjadi orang yang meresahkan masyarakat
  15. Memayu hayuning bawana : melindungi bagi kehidupan dunia
  16. Sukeng tyas yen den hita : suka/bersedia menerima nasihat, kritik, tegoran
  17. Jer basuki mawa beya : keberhasilan seseorang diperoleh dengan pengorbanan
  18. Ajining dhiri dumunung ing kedhaling lathi : nilai diri seseorang terletak pada gerak lidahnya
  19. Ajining sarira dumunung ing busana : nilai badaniah seseorang terletak pada pakaiannya
  20. Amemangun karyenak tyasing sesama : membuat enaknya perasaan orang lain
  21. Kridhaning ati ora bisa mbedhah kuthaning pasthi : Gejolak jiwa tidak bisa meruba kepatian
  22. Budi dayane manungsa ora bisa ngungkuli garise Kang Kuwasa : Budi daya manusia tidak bisa mengatasi takdir Yang Maha Kuasa
  23. Tan ngendhak gunaning janma :tidak merendahkan kepandaian manusia
  24. Sepiro duwurmu ngudi kawruh, sepiro jeromu ngangsu ngilmu, sepiro akehe guru ngajimu tembe mburine mung arep ketemu marang sejatine awake dewe : Tidak peduli seberapa tinggi orang mencari pengetahuan, seberapa dalam  orang menuntut ilmu, seberapa banyaknya guru agama, akhirnya tergantung pada diri sendiri. 
  25. Sekti tanpo aji , digdoyo tanpo guru : Sudah hebat meskipun tanpa kekayaan atau sekolah yang tinggi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Kritik anda berguna untuk saya